Dapatkan informasi baru paling lengkap hanya di situs ini. Semua yang anda cari sudah kami kupas pada situs kami. Cari tahu sekarang.

Pengertian Data, Jenis-Jenis Data dan Metode Pengolahan Data

Data merupakan sekumpulan dari informasi baik berupa lambang, huruf, angka maupun gambar sesuai kebutuhannya. Data-data inilah yang akan digunakan untuk membentuk kesimpulan, konsep atau lain sebagainya. Data bisa memberikan kita sebuah gambaran mengenai suatu persoalan atau keadaan tertentu. Data berupa nilai atau informasi ini sendiri bisa diperoleh berdasarkan observasi terhadap objek tertentu. Dimana data umumnya harus dicari secara akurat dan bukan rekayasa, karena data menentukan keakuratan dari kesimpulan atau hasil akhir dalam sebuah perkara tersebut.

Jenis-Jenis Data
Ada beberapa jenis-jenis data yang biasa kita jumpai tergantung dari kebutuhannya seperti berikut ini.

1. Jenis data menurut sifatnya
Jenis-jenis data menurut sifatnya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data yang berupa kualitas dan bukan dalam bentuk angka. Adapun contoh dari data kualitatif ini adalah kuesioner tentang pelayanan dari sebuah perusahaan jasa seperti telekomunikasi, pos, dan rumah sakit, serta kuesioner mengenai pertanyaan yang berkaitan dengan suasana kerja. Sedangkan data kuantitatif merupakan sebuah data atau kumpulan informasi yang berupa angka. Adapun contohnya adalah mengenai besar pendapatan, harga saham, data penduduk, data statistik dan lain sebagainya.

2. Jenis data menurut cara memperolehnya
Jenis-jenis data menurut cara untuk memperolehnya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer merupakan kumpulan data yang diperoleh dari sebuah organisasi maupun perorangan terhadap objek yang sedang diteliti. Biasanya data ini diperlukan untuk kepentingan dari studi yang berkaitan. Adapun contoh data primer ini berupa observasi, interview atau penelitian.
Sedangkan untuk data sekunder sendiri biasanya kumpulan data tersebut dikumpulkan ataupun diperoleh dari studi yang dilakukan sebelumnya maupun yang telah diterbitkan di instansi lainnya. Adapun sumbernya yang secara tak langsung biasanya berbentuk arsip resmi maupun data berupa dokumentasi.

3. Jenis data menurut sumbernya
Adapun jenis data berdasarkan sumbernya terdiri dari data internal dan data eksternal. Data internal merupakan sebuah kumpulan data yang terdapat di sebuah organisasi yang bersifat tentang gambaran dari kondisi organisasi tersebut. Biasanya data internal ini sangat bersifat private bagi organisasi tersebut. Adapun contoh dari data internal ini adalah data jumlah produksi, data jumlah karyawan, data jumlah modal dan lain sebagainya.

Untuk data eksternal sendiri biasanya data yang berasal dari luar organisasi atau instansi berupa gambaran-gambaran dari faktor yang berpengaruh pada hasil kinerja sebuah instansi/organisasi tersebut. Adapun contoh dari data eksternal ini adalah data berupa daya beli dari masyarakat yang berpengaruh terhadap hasil penjualan instansi tertentu.

4. Jenis data menurut waktu pengumpulannya
Untuk jenis data menurut waktu pengumpulannya juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu data berkala (time series) dan cross section (insidentil). Adapun cross section ini merupakan data yang dikumpulkan di waktu tertentu. Contoh jenis data cross section ini adalah misalnya data pelanggan dari PT. Success pada bulan Agustus 2014, laporan tahunan, laporan keuangan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk data berkala atau time series merupakan kumpulan data yang akan biasanya dikumpulkan secara continue dari waktu ke waktu yang berisi gambaran mengenai perkembangan yang terjadi saat ini. Adapun contoh dari data berkala ini adalah misalnya data mengenai perkembangan antara nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika di tahun 2010 sampai 2012, dan lain sebagainya.

Cara Pengumpulan Data
Cara pengumpulan data ataupun metode pengumpulan data itu sendiri dilakukan agar seseorang mendapatkan informasi atau data yang diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan penelitian tersebut. Adapun metode atau cara pengumpulan data dapat dilakukan melalui beberapa cara berikut ini:

1. Wawancara
Pengumpulan data melalui sistem metode wawancara ini dilakukan dengan cara mewawancara atau menanyakan segala informasi yang dibutuhkan pada narasumber atau responden melalui tatap muka secara langsung. Melalui metode wawancara atau interview ini maka seorang yang akan mewawancara bisa mengetahui apa saja aspek penting yang dibahas dengan aspek yang relevan. Metode interview ini memerlukan kesiapan pewawancara untuk merencanakan pertanyaan apa saja yang akan diajukan yang bisa menjawab semua informasi mengenai data yang dibutuhkan.

2. Observasi
Metode pengumpulan data yang bisa dilakukan berikutnya adalah dengan metode observasi. Observasi merupakan sebuah pencatatan atau pengamatan yang dilakukan dengan sistematik pada semua unsur yang terlihat melalui penelitian. Dengan melakukan observasi ini, maka data akan diperoleh secara langsung melalui pengamatan. Metode observasi sendiri bermacam-macam seperti observasi partisipatif, metode observasi tidak berstruktur dan observasi tersamar.

3. Kuesioner
Pengumpulan data selanjutnya juga bisa dilakukan dengan metode kuesioner. Kuesioner itu sendiri adalah sebuah teknik atau metode pengumpulan data melalui cara yang tidak langsung. Melalui metode ini, para pengumpil data ini tidak bertanya secara langsung kepada responden. Dimana, para peneliti akan melakukan survey dengan membagikan angket atau kuesioner kepada responden untuk diisi dan dijawab menurut persepsinya masing-masing.



Jadi, untuk mengumpulkan data yang akurat setiap peneliti atau para pembuat data harus mengumpulkan data-data terlebih dahulu dengan berbagai macam metode sesuai dengan kebutuhan.