Dapatkan informasi baru paling lengkap hanya di situs ini. Semua yang anda cari sudah kami kupas pada situs kami. Cari tahu sekarang.

Kenali Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh dari Ijtihad Beserta Manfaatnya!

Kita mungkin pernah mendengar kata ijtihad. Ada yang tahu apa itu ijtihad? Ijtihad adalah suatu usaha yang bersungguh-sungguh dengan mengerahkan segenap kemampuan ketika menanggung beban. Pengertian ijtihad menurut bahasa sendiri berarti bahwa mencurahkan segenap pikiran dan bersungguh-sungguh. Ijtihad menurut bahasa adalah suatu usaha dalam menetapkan hukum dengan mencurahkan segenap pikiran dan tenaga dengan bersungguh-sungguh. Dalam pengertian ijtihad ini mengingatkan kita tentang sebuah pekerjaan, dimana tidak ada yang namanya pekerjaan tanpa adanya kesulitan. Sama halnya dengan ijtihad, dimana seseorang tidak bisa disebut berijtihad jika tidak menemukan kesulitan ketika menjalani pekerjaan.

Ijtihad sendiri memiliki dasar hukum yaitu Alquran. Hal ini sesuai dengan ketetapan yang terkandung dalam surat An-Nisa ayat 59 yang menyerukan seseorang untuk mengembalikan segala sesuatu kesulitan kembali kepada Al-Qur’an yang berasal dari Allah dan sunnah yang telah dilakukan oleh Rasul. Mujtahid yang pertama yang telah melakukan ijtihad ini adalah nabi Muhammad Saw sebagai Rasul akhir zaman. Dimana ijtihad yang telah dilakukan Rasulullah SAW tersebut terkait dengan masalah yang masih belum ada ketetapan hukumnya. Maka dari itu, turunlah wahyu untuk meluruskan kesalahan dari ijtihad yang dilakukan Nabi SAW.

Fungsi Ijtihad
Sesuai dengan pengertian ijtihad di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ijtihad memiliki peranan untuk mencari solusi secara hukum apabila terjadi suatu persoalan yang belum ditetapkan hukumnya, tentunya apabila tidak ditemukan pada Al-Quran maupun hadist. Ijtihad sendiri telah mendapatkan sebuah legalitas dan kedudukan di dalam agama Islam. Akan tetapi, tidak semua orang bisa melakukan ijtihad, karena hanya orang-orang tertentu yang memiliki syarat yang sesuai yang bisa melakukan ijtihad ini.

Jenis-jenis Ijtihad
Ada beberapa jenis ijtihad yang wajib diketahui sebagai berikut ini:

1. Ijma
Ijma merupakan sebuah kesepakatan berupa kesepakatan dari para ulama ketika menetapkan hukum agama yang didasarkan pada Al-Quran maupun hadist ketika menyelesaikan suatu persoalan. Ijma ini merupakan sebuah keputusan bersama dari para ulama melalui ijtihad yang akhirnya akan dirundingkan terlebih dahulu yang kemudian akan disepakati oleh para ulama. Adapun hasil dari kesepakatan ini yaitu fatwa, merupakan keputusan yang telah ditetapkan bersama oleh ahli agama dan para ulama yang berhak diikuti oleh seluruh umat.

2. Maslahah Mursalah
Maslahah Mursalah ini merupakan sebuah tindakan untuk memutuskan perkara yang tidak terdapat naskahnya melalui pertimbangan setiap kepentingan hidup seluruh umat manusia untuk menghindari terjadinya kemudharatan.

3. Qiyas
Qiyas memiliki arti menyamakan atau menggabungkan. Adapun pengertian Qiyas menurut bahasa adalah menetapkan suatu hukum ketika terjadi suatu persoalan baru yang sebelumnya belum pernah terjadi. Namun jika ditelusuri lebih detail memiliki kesamaan dengan perkara sebelumnya, seperti kesamaan manfaat, bahaya, sebab, maupun aspek lainnya sehingga dapat menetapkan hukum yang sama dengan perkara yang sebelumnya. Penggunaan ijtihad Qiyas maupun Ijma ini biasanya ditetapkan dalam keadaan darurat yang sebelumnya belum pernah ditetapkan.

4. Istihsan
Pengertian dari istilah ini yaitu sebuah tindakan yang meninggalkan aturan hukum untuk hukum lainnya yang dikarenakan oleh adanya sebuah dalil syara’ dimana mewajibkan untuk meninggalkannya.

5. Urf
Urf merupakan jenis ijtihad yang berupa tindakan untuk menentukan apakah masih diperbolehkan semua kebebasan maupun adat istiadat masyarakat setempat yang dilakukan selama semua itu tidak berbenturan dengan aturan-aturan yang terdapat baik pada Al-Quran maupun hadist.

6. Istishab
Istishab merupakan suatu tindakan ketika menetapkan suatu ketentuan hingga ada sebuah alasan yang bisa mengubahnya dikemudian hari. Jadi, menetapkan sesuatu dengan Istishab ini bisa dilakukan sebagai ketetapan sementara, akan tetapi ketetapan tersebut bisa diubah kembali apabila ada alasan yang sangat tepat untuk mengubahnya.

7. Sududz Dzariah
Sududz Dzariah merupakan keputusan untuk menetapkan segala sesuatu baik yang mubah, haram ataupun makruh untuk kepentingan seluruh umat manusia. Kita seringkali mendengar tentang makanan ataupun minuman yang diharamkan atau dimakruhkan berdasarkan ketentuan berupa Sududz Dzariah ini.

Contoh Ijtihad
Contoh ijtihad dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya seringkali kita jumpai, khususnya ketika penentuan 1 Syawal atau penentuan hari Raya Idul Fitri. Dimana semua ulama berkumpul dan berdiskusi dengan mengeluarkan semua pendapat yang dimilikinya yang didasarkan pada Al Quran maupun hadist untuk menetapkan tanggal 1 Syawal. Para ulama sendiri mempunyai dasar hukum tersendiri ketika melakukan perhitungan 1 Syawal tersebut. Jika sudah sepakat dan sesuai dengan ketentuan Alquran dan hadist, maka para ulama menentukan keputusan kapan terjadinya 1 Syawal.

Manfaat Ijtihad
Adapun manfaat dari ijtihad ini adalah bisa menentukan fatwa dari perkara-perkara yang tidak berhubungan dengan haram ataupun halal, bisa menyesuaikan semua aturan hukum yang didasarkan dengan perubahan waktu, zaman maupun keadaan. Ijtihad juga berperan untuk mengetahui hukum dari setiap perkara yang baru yang sedang dihadapi oleh semua umat manusia, sehingga membuktikan bahwa hukum Islam bisa menjawab semua tantangan dengan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Ya, itulah beberapa pengertian, fungsi, jenis, contoh dan manfaat dari ijtihad. Semoga bermanfaat!