Dapatkan informasi baru paling lengkap hanya di situs ini. Semua yang anda cari sudah kami kupas pada situs kami. Cari tahu sekarang.

Pengertian Jaringan Epidermis, Ciri dan Fungsi Jaringan Pada Kulit dan Tumbuhan

Jaringan epidermis disebut juga sebagai jaringan terluar atau pelindung pada bagian kulit manusia atau pada tumbuhan. Epidermis memiliki fungsi yang bervariasi. Dalam pelajaran biologi, Anda pasti pernah mendengar tentang jaringan epidermis. Apa itu jaringan epidermis? Jaringan epidermis disebut juga sebagai jaringan terluar atau pelindung pada bagian kulit manusia ataupun pada tumbuhan. Ya, karena jaringan ini terletak di bagian yang paling luar dan berperan sebagai pelindung yang menutupi keseluruhan permukaan organ. Dimana jaringan ini menutupi bagian bunga, daun, batang, akar dan biji pada tumbuhan. Sehingga epidermis inilah yang akan melindungi seluruh jaringan yang terdapat di bagian dalam. Baik ukuran, susunan, fungsi sel maupun bentuk dari sel epidermis itu sendiri bervariasi untuk berbagai macam organ tumbuhan.

Pengertian, Ciri dan Fungsi Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan
Seperti kita ketahui, jaringan epidermis merupakan jaringan yang terdapat di area paling luar yang melindungi seluruh permukaan organ yang terdapat pada tumbuhan. Pada tumbuhan sendiri, jaringan epidermis ini berperan untuk melindungi seluruh permukaan daun, buah, bunga, akar, batang dan biji. Adapun ciri-ciri epidermis dan fungsinya pada tumbuhan adalah di bawah ini.

Ciri-Ciri Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan
Sel jaringan epidermis memiliki ciri khas tersendiri, yaitu sel jaringan ini rapat antara satu dengan yang lainnya hingga membentuk suatu bangunan yang padat tanpa adanya ruang yang menjadi penyekat antar sel tersebut. Selain itu, dinding untuk sel epidermis ini sendiri ada yang berbentuk tipis, ada yang mengandung lignin, ada yang berbentuk tebal pada bagian yang berhadapan dengan permukaan tubuh, serta ada juga sel yang di semua sisi memiliki dinding yang tebal.

Ada beberapa bentuk yang khusus dari sel epidermis yang sudah mengalami perubahan fungsi dan strukturnya, yaitu stomata atau mulut daun yang berfungsi sebagai media proses transpirasi atau uap air dan media pertukaran gas, trikoma dengan bentuk seperti tonjolan epidermis dan juga terdiri atas sekumpulan sel yang telah mengalami penebalan secara sekunder. Stomata sendiri berupa lubang kecil dengan diapit dengan 2 sel penjaga di dalamnya. Sementara itu, sel-sel penjaga sendiri terdapat sebuah kloroplas dengan fungsi sebagai media atau tempat berlangsungnya fotosintesis tumbuhan.

Trikoma merupakan salah satu jenis lainnya dari diferensiasi epidermis. Trikoma terbentuk akibat modifikasi dari sel epidermis. Trikoma terletak pada bagian batang, daun, akar, bunga, biji dan buah. Trikoma itu sendiri berfungsi untuk menyerap garam mineral dan juga air yang terdapat dalam tanah. Fungsi lainnya dari trikoma ini adalah untuk meminimalisir adanya gangguan dari hewan, membantu proses penyerbukan bunga, serta mengurangi terjadinya penguapan.

Fungsi Jaringan Epidermis
Pada tumbuhan sendiri, jaringan epidermis ini memiliki banyak fungsi seperti sebagai lapisan pelindung seluruh permukaan organ tumbuhan yang tidak dapat ditembus dengan air sekalipun. Epidermis memiliki fungsi untuk memudahkan proses penyerapan garam mineral maupun air melalui akar, membantu proses terjadinya penguapan air melalui proses gutasi ataupun evaporasi, dan juga sebagai media terjadinya proses difusi uap air O2 dan gas CO2 saat terjadinya respirasi.

Jaringan Epidermis Pada Kulit
Jaringan epidermis juga terdapat pada bagian organ kulit manusia. Sama halnya pada tumbuhan, jaringan epidermis pada kulit juga terdapat pada lapisan terluar kulit yang biasa disebut juga sebagai kulit ari. Adapun jaringan epidermis kulit ini terbagi menjadi 5 bagian dengan fungsinya masing-masing sebagai berikut ini:

- Lapisan tanduk (Stratum corneum)
Lapisan tanduk atau dengan nama lain Stratum corneum adalah sebuah lapisan kulit di bagian terluar. Lapisan tanduk ini memiliki struktur paling tebal di bagian telapak kaki, dan struktur yang paling tipis di bagian dahi, pelupuk mata dan juga pipi. Sementara itu, lapisan tanduk ini terdiri atas sel yang telah mati dan mudah mengelupas.

- Daerah rintangan (Stratum lucidum)
Lapisan yang disebut dengan daerah rintangan ini biasanya hanya terlihat di bagian lapisan kulit tebal dengan warna yang agak terang. Biasanya, lapisan ini terletak pada bagian telapak tangan dan telapak kaki.

- Lapisan sel duri (Stratum spinosum)
Lapisan sel duri atau dengan nama ilmiah disebut juga sebagai stratum spinosum ini terdiri atas sekumpulan lapisan sel dengan bentuk poligonal dengan ukuran bervariasi karena terjadinya proses mitosis. Pada lapisan epidermis, lapisan sel duri inilah yang tergolong paling tebal dibandingkan lapisan lainnya.

- Lapisan seperti butir (Stratum granulosum)
Stratum granulosum disebut sebagai lapisan seperti butir karena lapisan ini memiliki sel-sel yang bergranula sama seperti butir yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pengeluaran air yang berlebihan. Lapisan sel butir ini sangat berperan penting pada proses karetinisasi. Namun, mekanismenya sendiri masih belum dapat diketahui secara pasti.

- Lapisan sel basal (Stratum germinativum)
Lapisan sel basal ini biasanya selalu membelah dan tumbuh, lapisan yang bernama Stratum germinativum banyak dijumpai sel melanosit dengan peran untuk memproduksi pigmen melanin. Karena itulah lapisan ini juga bisa menentukan jenis warna kulit pada seseorang.

Nah, itulah pembahasan lengkap mengenai jaringan epidermis pada kulit manusia dan tumbuhan beserta fungsinya masing-masing.