Dapatkan informasi baru paling lengkap hanya di situs ini. Semua yang anda cari sudah kami kupas pada situs kami. Cari tahu sekarang.

Definisi Kurikulum Serta Kurikulum Di Indonesia

Pengertian kurikulum menurut para ahli yaitu sebuah alat pembelajaran yang dimaksudkan demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik. Pendidikan yang baik berawal pada kurikulum yang disusun dengan baik. Sejatinya kurikulum didefinisikan sebagai salah satu perangkat pendidikan yang berupa jawaban dari kebutuhan masyarakat. Secara harfiah, kurikulum berasal dari bahasa Latin yaitu currere yang memiliki arti berlari dengan cepat, maju dengan cepat serta berusaha dalam menjalani. Yang kemudian diadaptasi menjadi ke dalam bahasa Inggris menjadi kata curriculum yang memiliki arti pelajaran.

Kurikulum sangat membantu dalam proses pendidikan yang lebih baik. Digunakan sebagai indikator dalam pendidikan, penyusunan kurikulum mesti mendapat perhatian penting untuk mencapai pendidikan yang bagus dan ideal.

Beberapa ahli pendidikan telah mendefinisikan pengertian kurikulum untuk mendapatkan interpretasi yang ideal dalam pengembangan kurikulum yang sempurna. Berikut beberapa pengertian kurikulum menurut para ahli, diantaranya adalah:

1. Kerr. J. F (1968)
Menurut Kerr.J.F kurikulum merupakan semua pembelajaran yang telah dirancang serta dilaksanakan melalui cara baik secara individual maupun dengan cara berkelompok. Pembelajaran ini bisa dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

2. Inlow (1966)
Pengertian kurikulum yang didefinisikan oleh Inlow, beliau menyatakan bahwa kurikulum merupakan usaha secara menyeluruh yang dirancang secara khusus oleh pihak sekolah yang berguna dalam membimbing siswa dalam memperoleh hasil pembelajaran yang telah ditentukan.

3. Neagley dan Evans (1967)
Menurut duo Neagley dan Evans kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah pengalaman yang dirancang oleh sekolah.

4. Beauchamp ( 1968)
Beauchamp mendefinisikan kurikulum sebagai sebuah dokumen yang tertulis yang isinya terkandung mata pelajaran yang hendak diajarkan kepada siswa atau murid (peserta didik) oleh sekolah melalui berbagai macam mata pelajaran, bidang disiplin ilmu, serta berbagai rumusan masalah dari kehidupan sehari-hari.

5. Romine
Menurut Romine kurikulum dapat didefinisikan sebagai sebuah bagian dari sistem pendidikan yang mencakup dari berbagai aspek serta titik temu dari berbagai pembelajaran, aktivitas belajar serta pengalaman peserta didik yang dibantu serta diarahkan oleh pihak sekolah. Hal tersebut dapat dilakukan di dalam kelas maupun berada di luar kelas.

Definisi dari para ahli tersebut mencapai suatu kesimpulan bahwa kurikulum merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa atau murid yang termasuk dalam peserta didik oleh pihak sekolah yang berisikan berbagai macam mata pelajaran atau bidang disiplin ilmu yang bertujuan untuk membimbing murid demi mendapatkan hasil yang diharapkan sesuai dengan pembelajaran yang telah ditentukan.

Kurikulum diciptakan harus disesuaikan dengan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Kurikulum yang terencana dan tersusun dengan baik akan membawa sistem pendidikan menjadi lebih baik. Karena tujuan dari kurikulum adalah untuk membentuk hasil pembelajaran peserta didik menjadi lebih baik dan tentu saja dibantu oleh pihak sekolah untuk mewujudkannya.

Di Indonesia sendiri kurikulum telah berkembang dari zaman ke zaman. Menilik dari pengertian kurikulum, pembentukan kurikulum di Indonesia juga mengharapkan suatu kualitas yang lebih baik dari peserta didik dari bahan ajar serta pembelajaran yang lebih baik berdasarkan kurikulum yang berlaku. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan yang ada di Indonesia, mulai dari tingkatan pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, menengah lanjutan hingga perguruan tinggi.

Berdasarkan pengertian kurikulum yang bertujuan untuk mendapatkan kualitas peserta didik yang baik dengan bahan ajar yang baik sebuah kurikulum idealnya memiliki komponen yang mencakup beberapa hal seperti yang dikutip dari pendapatnya Subandiyah (1993:4-6) diantaranya komponen tujuan, komponen materi, komponen media, komponen strategi, dan komponen PBM.

Sejatinya, berdasarkan pengertian kurikulum yang telah dirangkum oleh beberapa ahli akan menciptakan fungsi kurikulum seperti mencapai terwujudnya pendidikan nasional, kurikulum harus diwujudkan oleh guru dan murid, kurikulum dijadikan sebagai pedoman bagi para guru serta siswa demi terwujudnya proses belajar dan mengajar untuk mencapai tujuan dari pendidikan.

Kurikulum memiliki fungsi tidak hanya bagi pihak sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru serta siswa, namun juga memiliki fungsi bagi pengawas sekolah, masyarakat sampai dengan alumni. Fungsi tersebut saling berkesinambungan demi terwujudnya pendidikan di Indonesia yang lebih baik.

Saat ini kurikulum di Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Dimulai dengan kurikulum 1968, kurikulum tahun 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994, kurikulum 2004, kurikulum, 2006 sampai dengan kurikulum 2013 yang mengandung banyak kontroversi. Namun semua kurikulum yang telah dikembangkan di Indonesia memiliki satu tujuan yang sama yaitu mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan lebih cerdas.

Beberapa ahli pendidikan telah mendefinisikan berbagai macam pengertian kurikulum dengan berbagai macam versi mereka. Namun, walaupun memiliki perbedaan dalam mendefinisikan pengertian kurikulum, beberapa ahli pendidikan tersebut seolah sepakat bahwa kurikulum merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus ada sebagai acuan atau pedoman dalam menjalani proses belajar dan mengajar. Sebab, hal ini bertujuan mewujudkan pendidikan yang lebih baik serta menghasilkan peserta didik dengan kualitas yang baik pula.